Alamat "DE-ER"

JL. RAYA SRUWEN KARANGGEDE 14 KM GENTAN SUSUKAN SEMARANG JAWA TENGAH 50777
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014

Ada Apa Dengan Kepribadian Muslimah?




 "Wanita mahluk berperasaan", itulah paradigma masyarakat terkini mengenai karakteristik wanita , presepsi wanita mahluk berperasaan kini mengalami pergeseran makna, yang awalnya bermakna positif menjadi negatif . Pergeseran ini terjadi takala realitas kehidupan muslimah yang diartikan dan disimpulkan keliru serta tak objektif lagi . Wanita berperasaan kini diartikan sebagai ungkapan yang merendahkan kaum wanita, dikarenakan dominasi perasaan pada kaum wanita telah mempersulit dalam memutuskan permasalahan-permasalahan besar masyarakat, kenegaraan. ,kegiatan-kegiatan ilmiah, politik , dan kegiatan publik lainnya .

Asumsi - asumsi diatas menyebabkan timbulnya beragam sikap mengatasi realitas peran wanita kontemporer :

#) Satu pihak memandang bahwa sikap wanita yang berperasaan, dan lembut merupakan sisi kelemahan wanita itu sendiri , sehingga mereka berusaha merubah karakter dirinya menjadi wanita - wanita hiperegosentris , hipernarcis, ambisius dan bahkan menyerupai kaum laki-laki. Karena baginya sikap kewanitaan yang lembut, halus dan berperasaan dianggap akan merugikan peran dirinya di publik. Seperti apa yang dikatakan oleh Lever sifat feminim yang lebih dominasi kaum wanita justru dapat menghambat kehidupan professional para wanita. Bahkan Lawrence Kohlberg ahli psikologi menentukan kematangan kepribadian seseorang yang menggunakan standar maskulin dan kohlberg mengatakan bahwa sifat feminim adalah sifat inferior dari pada sifat maskulin , dan hal ini yang menyebabkan para feminis cenderung ingin melepaskan kualitas feminim yang melekat pada diri wanita. Para feminim beranggapan bahwa sifat maskulin mempunyai nilai tinggi, khususnya dalam hal pekerjaan publik pria saat ini.

Lembaga Amil Zakat