Asumsi - asumsi diatas menyebabkan timbulnya beragam sikap mengatasi realitas peran wanita kontemporer :
#) Satu pihak memandang bahwa sikap wanita yang berperasaan, dan lembut merupakan sisi kelemahan wanita itu sendiri , sehingga mereka berusaha merubah karakter dirinya menjadi wanita - wanita hiperegosentris , hipernarcis, ambisius dan bahkan menyerupai kaum laki-laki. Karena baginya sikap kewanitaan yang lembut, halus dan berperasaan dianggap akan merugikan peran dirinya di publik. Seperti apa yang dikatakan oleh Lever sifat feminim yang lebih dominasi kaum wanita justru dapat menghambat kehidupan professional para wanita. Bahkan Lawrence Kohlberg ahli psikologi menentukan kematangan kepribadian seseorang yang menggunakan standar maskulin dan kohlberg mengatakan bahwa sifat feminim adalah sifat inferior dari pada sifat maskulin , dan hal ini yang menyebabkan para feminis cenderung ingin melepaskan kualitas feminim yang melekat pada diri wanita. Para feminim beranggapan bahwa sifat maskulin mempunyai nilai tinggi, khususnya dalam hal pekerjaan publik pria saat ini.
